RE-
Fajarmana (2018)
Tokoh:
-Lisa
-Rano
-Lelaki
-Lilis
-CS
1
-CS
2
-CS
3
-Indah
-dani
ADEGAN 1.
Panggung sebuah ruang tunggu toko
laundry, terdapat meja kasir, kursi tunggu, beberapa baju hasil laundry. Terdapat
2 pintu, 1 pintu keluar, dan satunya pintu masuk ke ruangan khusus karyawan.
Pintu terbuka, masuk seorang lelaki
yang bernama Rano menggunakan pakaian rapih kantoran.
Rano: permisi,
Lisa!? (tak ada jawaban) Lis, aku masih harus meliput berita di kota sebrang,
kau yakin tak ingin menemuiku? (tak ada jawaban)
Karna tak kunjung ada jawaban, rano
hendak pergi meninggalkan toko, lalu masuk seseorang yang membawa pakain kotor.
Selanjutnya disebut CS1(customer 1).
Rano: Tak
ada orang
CS1: Betulkah?
Rano:
aku berpakain rapih, dan kau masih mengira aku membohongimu?
CS1: Para
koruptor itu menggunakan jas yang sama denganmu, dan kita semua tertipu.
Kesal, Rano melanjutkan keluar, lalu
masuk lilis, kasir toko laundry itu.
Lilis: Maaf,
saya habis mengantar baju ke tempat pencucian, mana yang ingin di laundry?
CS1: Ini
mba.
Rano: Mana
Lisa? Bukankah hari ini dia masuk?
Lilis:
Sebentar Rano. (menyelesaikan tugasnya). Semuanya 3 kilo, mau pakai ekspres
atau biasa? Ekspres 1 hari selesai, biasa 2 hari.
CS1: Biasa
saja, saya sedang tidak terburu buru.
Lilis: Semuanya
RP.18.000, Down Payment bisa setengahnya.
CS1:
Saya bayar semuanya saja. (melakukan transaksi)
Lilis: Trimakasih.
CS1 Meninggalkan panggung.
Rano: Dimana
lisa?
Lilis: Lisaa!!
Ada Rano! (sambil mencatat)
Rano: Sedari
tadi aku melakukan hal sama seperti itu, dia tak kunjung datang, ingin ku
masuk, tapi tulisan “selain karyawan dilarang masuk” di pintu itu yang
menghalangiku.
Lilis: Kau
menyuruhku masuk dan membawa lisa kedepan matamu?
Rano: Kalau
boleh.
Dengan sedikit muka ketusnya ia masuk
ke dalam ruangan itu, tak lama kemudian ia kembali dengan gelagat yang berbeda.
Lilis: Aku
lupa lisa cuti hari ini
Rano: Bukankah
dia cuti hari sabtu? Mengapa hari kamis ini?
Lilis: Justru
karna dia biasa cuti hari sabtu, aku lupa kalau dia tidak masuk hari ini.
Rano: Tapi
knpa? Aku tidak tau dia cuti hari ini, dia tidak bilang
Lilis: Kau
sebagai pacarnya saja tidak tau, apalagi saya.
Rano: Kau
tidak sedang mempermainkan ku kan? Kau kan rekan kerja dia, masa tidak tau.
Lilis: Aku
punya nomor bos, perlu?
Rano: Tak
usah!
Dengan sedikit kesal rano pergi
keluar, belum sempurna ia meninggalkan panggung, dia kembali lagi dengan
tatapan menyelidik.
Rano: Hei
lilis, jika lisa cuti, bukankah kau seharusnya tetap berada di tempatmu, dan
ada dinda yang menghantar baju ke tempat penyucian?
Lilis:
Rano! Aku sedang menyelesaikan tugas ku, berhentilah bicara!.
Rano keluar.
Lilis: Heii!
(berteriak kearah ruangan karyawan) aku hendak menghantar baju, kau kembalilah
ke tempatmu.
Lilis keluar. Tak lama keluar seorang
pria dari ruang karyawan dan berjalan keluar panggung. Lampu mati.
ADEGAN 2.
Lampu menyala perlahan, setting masih
sama seperti adegan sebelumnya. Terlihat lisa sedang berada di kasir sedang
bertransaksi dengan pelanggan(CS2).
Lisa: Ekspres,
cuci, setrika, 4 kilo, Down payment sudah masuk setengahnya seharga 20 ribu,
sisa yang harus di bayar 20 ribu ya mba.
CS2:
Baiklah, ini uangnya ya.
Lisa:
Trimakasih, semoga puas dengan hasilnya.
CS2 meninggalkan panggung, lisa
kembali duduk di kursi kasir, mencatat. Tak lama datang seseorang dengan membawa
baju, (CS3)
Lisa:
Selamat datang di Rumah Laundry, ada
yang bisa saya bantu?
CS3: Hei
lihat ini, bagaimana mungkin baju ku ini masih kotor? Dan juga bau apek?
Lisa: boleh
saya lihat. Sepertinya ini bermasalah dengan orang yang di bagian pencucian.
CS3:
yah memang! Ini bagaimana?! Katanya bakal bersih, namun masih kotor seperti
ini.
Lisa:
mohon maaf sebelumnya, kemungkinan ketika di packing bajunya belum terlalu
kering, masih basah, dan agak lama juga di simpan disini, makanya muncul jamur
dan bau apek.
CS3:
Jika hanya mengidentifikasi saya juga bisa! Saya tau iini belum dicuci dan di
setrika dengan benar, karna saya bukan orang bodoh yang bisa kamu tipu wanita
cantik!
Lisa: Mohon
maaf, saya atau yang lain tidak ada niatan menipu mas.
CS3:
Itu namanya menipu! Saya sudah membayar, dan tidak mendapat hasil maksimal, itu
sama saja dengan menipu!
Lisa:
Mas, itu bukan penipuan, itu hanya sebuah kesalahan.
CS3:
Hanya kesalahan? Hei tau tidak, lusa saya mau dilantik, saya harus mengenakan
kemeja ini, saya bisa gagal dilantik gara-gara kamu!
Lisa: karna
saya? Hei mas, itu bukan tugas saya ya!
CS3:
oouh sudah berbicara TUPOKSI, tugas kalian itu sama, memuaskan customer!
(menggerbrak meja)
Masuk seorang lelaki.
Lelaki: hei
ada apa ini.
CS3:
pegawai ini tidak becus bekerja, bajuku masih kotor dan juga apek!
Lelaki:
tuan, ini bukan salah dia, ini bagian pencucian!
CS3:
Kalian ini bersekongkol ya?!
Lisa: mas!
Mas ini kesini mau mencari solusi atau sengaja ingin menghardik saya?
CS3:
Saya minta ganti rugi.
Lisa:
baiklah, kami akan cuci kembali dengan paket ekspres, dan tidak dikenakan
biaya.
CS3:
Ya, lakukan yang benar.
CS3 Pergi meninggalkan panggung.
Lelaki: kau
tak apa lisa?
Lisa:
tak apa aku hanya butuh orang yg mengerti dan selalu menemani ku disaat saat
seperti ini.
Lelaki:
Dan yang kau lihat sekarang, aku ada untukmu lisa, setiap hari aku menemanimu,
Rano? Dia tak akan sempat ada untukmu lisa. Kau pun tak tau kan dia sedang apa
dan dengan siapa disana, bisa saja pekerjaannya iu sebagai wartawan hanya
alasan agar kau tak bisa tau tentangnya lebih dalam lisa.
Lisa: (terdiam)
Lelaki: aku
disini lisa, akan selalu ada untuk mu.
Lisa:
Trimakasih.
Telfon lisa berbunyi.
Lisa: Halo?
(terdiam, kebingungan, lalu menutup telfon)
Lelaki: knapa
lisa?
Lisa:
dia bertanya apakah aku kerja atau tidak sekarang, kalau ku jawab jujur, dia
pasti kesini.
Lelaki:
yasudah, kau bilang saja cuti.
Lisa:
aku takut dia sudah mempunyai nomor bos ku, aku tidak bisa mengambil resiko.
Lelaki:
kalau begitu, aku akan pergi.
Lelaki pergi meninggalkan panggung.
Lisa menelfon rano, memberi tau kalau dia sedang kerja.
Indah: halo
lisa.
Lisa:
eh indah, tumben pulang cepat?
Indah: iya,
disuruh bos, karna pulang cepat, aku sempatkan kesini mampir, sekalian mau
curhat.
Lisa:
oh gitu, eh, knpa gak ajak alda?
Indah:
Nah itu lis yang mau aku certain, alda sakit.
Lisa:
ya ampun, sakit apa.
Indah:
Ntahlah, dia tak mau makan.
Lisa:
Gak seperti biasanya dia gitu.
Indah:
iya, karna, dia sudah putus sama dani.
Lisa:
kok bisa? Knpa?
Indah:
iya, si dani selingkuh.
Lisa:
tidak mungkin, dani itu orang yg baik bukan? Masa iya dia bisa seperti itu.
Indah:
hei lisa, buah kelapa yang dari luarnya hijau menggoda juga tak selamanya air
nya manis.
Lisa:
(terdiam, seperti memikirkan sesuatu).
Indah: lisa,
si dani kan satu pekerjaan dengan pacarmu rano, kau tidak khawatir jika rano
melakukan hal sama seperti itu?
Lisa:
(kembali terdiam)
Indah:
apakah sekarang rano sering menemuimu dan selalu ada untukmu?
Lisa:
dia sudah jarang melakukan itu.
Indah:
tidak salah lagi lisa, dani dulu juga sebelum selingkuh seperi itu.
Lisa:
(kembali terdiam)
Indah:
aku harus pergi lisa.
Lisa:
sebentar, jika dani melakukan itu, harusnya alda yang memutuskannya kan? Api
mengapa alda sakit?
Indah:
ya mungkin dia masih belum terima kenyataan,
Indah keluar, lisa terdiam sejenak,
lalu ke kasir membereskan baju, lalu masuk ke ruangan khusus karyawan.
Beberapa saat kemudian datang Rano.
Rano: Permisi,
lisa?! Kau ada?. (tak ada jawaban). Sial!.
Hendak pergi, lisa muncul.
Rano: hai
sayang, aku rindu sekali denganmu.
Lisa:
duduklah.
Rano:
baik.
Lisa:
sebenarnya selama ini kau kemana?
Rano:
loh, kan aku bekerja.
Lisa:
yakin bekerja?
Rano:
iya, seperti kau.
Lisa:
kau sekarang tidak pernah ada waktu buatko no.
Rano:
iya aku minta maaf, pekerjaanku banyak, tapi kan aku slalu mengabarimu.
Lisa: sekarang
aku sudah tau sebuah kebenaran rano
Rano: kebenaran?
Kebenaran yang seperti apa?
Lisa:
iya, aku tau, selama ini kau tak pernah menemuiku karna kau sedang bersama
wanita lain kan.
Rano:
hei!! Kebenaran apa itu??
Lisa:
mengaku saja
Rano:
apa yang harus kuakui lisa??
Lisa:
kau selama ini membohongiku kan.
Rano:
bicara apa kau lisa, kau menuduhku tanpa bukti, aku tak bisa menemui karna ku
sibuk mencari uang untuk menikahimu lisa. Lagian kemarin aku mau menemui mu
disini tapi kau tak ada, katanya cuti, kau tak kabari, ketika ku kerumahmu, kau
tak ada. Jadi sebenarnya kau kemana? Ku kabari juga tak pernah kau balas. Kau
menuduh ku karna ku tak pernah selalu menemui mu, sedang, aku selalu
mengabarimu, dan kau tidak pernah membalasnya, namun satu keyakinan ku lisa,
kau tak akan melakukan hal yang buruk, karna ku percaya lisa, kau adalah wanita
yang tepat untukku, wanita yang baik, wanita yang aku percaya.
Lisa:
(terdiam sesaat), Pergi kau no, aku ingin sendiri.
Rano:
baiklah, aku sayang kau lisa.
Rano pergi, lisa terdiam, lampu
redup.
ADEGAN 3
Di tempat yang sama, lilis sedang
duduk di kasir. Masuk dani membawa baju yang akan di laundry.
Dani: seperti
biasa lis.
Lilis:
ok, 2 kilo ya, 12 ribu.
Dani:
ok. Mana si lisa?
Lilis:
ini sabtu, dia cuti.
Dani:
oh gitu.
Lilis:
hati wanita tak sekuat pria Dan.
Dani:
apa maksudmu lis?
Lilis:
aku hanya tidak terima apa yang kau perbuat pada alda.
Dani:
mengapa?? Dia pantas menerima itu.
Lilis:
hei, jahat kau dani, dia sudah menjaga hati, tapi kau bersama dengan wanita
lain.
Dani: hei!!!
Berita bohong dari mana itu??
Lilis:
bohong?
Dani:
dia yang selingkuh!!
Lilis:
tapi kata lisa kau yang selingkuh.
Dani:
sembarangan kau kalau ngomong, dia yang selingkuh, dia selingkuh dengan andri!
Dan kebohongannya itu sudah terbongkar!
Dani
pergi dengan keadaan marah.
Lilis: Andrii??
(lilies terkejut).
Lampu redup.
ADEGAN 4.
Di tempat yang sama. Lisa duduk
termenung, hatinya sedih, penuh rasa bersalah.
Lalu datang lelaki, di hampiri nya
lelaki itu, lisa tatap dalam dalam.
Lalu lisa menampar.
Lisa: bajingan
kau andri!!! Aku tak sangka apa yang kau lakukan!
Lelaki:
apa yang aku lakukan lisa!
Lisa:
aku tau semua andri!
Lelaki:
apa?!
Lisa:
knapa ndri kau sejahat itu?? Disaat ku jatuh, kau tawari aku tumpangan agar ku
bangkit dan terbang kembali, tapi knpa kenyataan sangat kejam yang membuatku
terjatuh kembali ndri.
Lelaki:
aku tak mengerti maksudmu lisa.
Lisa:
yang aku sesalkan, mengapa harus aku dan alda ndrii??
Lelaki:
(terdiam)
Lisa:
aku kira kau orang yang baik ndri, kau pengaruhiku untuk menjauhi rano, tapi
ternyata kau hanya memanfaatkan ku ki, hati mu tak seindah perkataanmu ndri,
(kembali menggampar andri).
Lelaki:
jadi kau sudah sadar ya, selamat.
Lisa: (menggampar
andri)
Lelaki:
jika kau sadar aku baik di luar busuk di dalam, harusnya kau juga sadar akan
temanmu. Buta kau! Sudal!
Lisa:
(menggampar). Tutup mulutmu andri. Pergi kau!
Andri
pergi. Lisa mengambil handphone nya, dan menelpon seseorang.
Lisa: benar
katamu indah, buah kelapa yang dari
luarnya hijau menggoda juga tak selamanya air nya manis, seperti kau dan
sekongkolan mu itu . Aku tau, kau dari dulu ingin memiliki rano bukan?? Kalau
begitu ambilah. Selamat kau mendapatkannya.
Lisa menutup telfonnya, menangis
sebisa dia, meratapi semua yang di perbuatnya, seakan semua dunia mengutuknya.
Ditengah kesedihannya itu datang rano, lisa menghampirinya, dan memeluknya.
Lisa: Rano
maafkan aku rano.
Rano: eh
kau knpa lisa, abis nonton drakor?
Lisa:
aku minta maaf.
Rano:
ookee kita harus ke dokter, badanmu panas.
Lisa:
tidak rano, aku minta maaf. Dan aku mohon jangan pergi.
Rano:
eeh rumahku masih yang kemaren, dan kantor ku belum pindah.
Lisa:
(menangis)
Rano:
kau knapa sih?? Aku tak tau apa apa loh.
Lisa:
tak apa, aku hanya sayang kamu rano.
lampu redup, black out, tamat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar