Selasa, 11 Agustus 2026

Puisi "Tenggelamnya sang putri arunika" oleh Fajarmana

 Tenggelamnya sang putri arunika

Fajarmana



Cahayamu kini telah berada di titik nadir

Merelakan sinarmu terbias oleh harapan yang kian pudar

Memandangmu kini telah terasa semu

Mengikhlaskan senyuman yang perlahan tenggelam di cakrawala.

 

Di hadapanmu kini, aku bukan lagi seorang penyair

Karena tak dapat kutemukan lagi majas yang menggambarkan indahnya perpisahan

Di hadapanmu kini, aku bukan lagi seorang penulis

Karena aku tak sanggup menemukan kalimat indah yang kupilih sebagai penutup cerita ini.

 

Putri, Swastamita yang indah tetap mengisyaratkan sebuah perpisahan.

Serang, 26 Maret 2021


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot

Pages

SoraTemplates

Best Free and Premium Blogger Templates Provider.

Buy This Template